Menikmati Kopi Sebagai Gaya Hidup

By: | 0 Comments | On : | Category : Artikel | 4.5

lifestyle-coffee-drinking

Kopi dikenal sebagai minuman yang sangat khas baik dari aroma maupun rasa yang dihasilkan. Kenikmatannya saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus penghubung dalam berkomunikasi.

Itu memang menjadi keunikan kopi. Bagaimana rasa dan aroma minuman ini mampu mencairkan suasana se kaligus membuat komunikasi berjalan lebih lancar. Tidak heran bila seseorang mengajak rekannya untuk bertukar pikiran atau pun berbagi cerita, maka ia akan mengajaknya minum kopi. Tren yang juga telah berlaku di Kota Medan. Kedai kopi banyak dimanfaatkan sebagai tempat pelepas dahaga sekaligus mencairkan pikiran.

Lihat saja bagai mana aktivitas yang dilakukan peng unjung di kedai kopi. Jika tidak asyik ngo brol bersama sejumlah rekan nya, maka dia sibuk dengan peralatan gadgetnya. Ibaratnya, kedai atau warung kopi men jadi sarana bertemunya se jumlah in formasi yang disarikan dalam ke nikmatanhidangankopiitusen diri. Warung kopi memang menjadi ruang publik yang bebas.

Semua orang bisa bicara, berdebat dan ber dis kusi tentang apa saja. Dari mulai politik atau persoalan hidup sehari-hari. Di Medan, warung atau tempat menikmati kopi berkembang luar biasa dalam dua tahun terakhir. Berba gai lokasi disulap menjadi tongkrongan para penikmat kopi.

Beberapa kawasan seperti Jalan Setia Budi, Jalan Pat timura, Jalan Gagak Hitam dan Jalan dr Mansyur menjadi lokasilokasi yang menikmati kopi di kota ini. Sebutannya pun berkembang mulai dari kopi, kupi (bahasa Aceh) dan koffie (bahasa Be landa), sesuai dengan asal kopi keinginan pengelolanya. Lebih melegenda lagi adalah jejeran warung kopi di Jalan Perdana, Medan.

Di tempat itu, kita bisa menemui berbagai racikan hidangan kopi yang dibuat secara tradisional maupun menggunakan mesin. Menurut Wikipedia, kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.

Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kah – veh yang ber asal dari bahasa Turki dan ke mu dian berubah lagi men jadi koffiedalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa In donesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kua litas terbaik) dan robusta. Se jarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Kopi kemudian berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Di samping rasa dan aroma nya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena pe nyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai pe nya – kit jantung (kar di ovaskuler). Salah satu lokasi yang cukup menarik untuk menikmati kopi, adalah dr’s Koffie di Jalan Pattimura Medan.

Nama Dr’s Koffie sendiri diambil dari profesi pemiliknya, yang ber profesi sebagai dokter. “Di sini, kopi tidak sekadar kopi,” kata Manajer Operasional dr’s Koffie, Winie. Winie mengatakan itu bukan tanpa sebab. Mereka menyajikan kopi plus suasana nyaman untuk saling bertemu de ngan individu lain. Peng un jung yang datang kebanyakan adalah orang-orang muda. Ada pula eksekutif muda yang da tang dan memanfaatkan tem -pat tersebut, untuk menger jakan pekerjaanya.

Tentu dengan suasana dan fasilitas pendukung seperti adanya jaringan Wi-Fi serta hiburan musik, membuat kopi di tempat ter sebut tidak sekedar minuman kopi. Meski begitu, kopi tetap menjadi sajian utama yang dibuat istimewa. Winie mengatakan, untuk minuman kopi yang disajikan, mereka menggunakan produk biji kopi Schibello Caffee dari Australia. Kopi yang aslinya berasal dari Brazil, Pa pua Nugini dan India itu, memiliki rasa manis dan ber warna gelap.

Schibello Caffé adalah perusahaan kopi di Sydney dengan kopi lokal panggang dari 100 % biji Arabica yang bersumber dari kawasan tumbuh terbaik di dunia. “Menurut kami, kopi ini istimewa. Komitmen Schibello untuk menghasilkan kuali tas kopi yang paling segar dan premium memungkinkan pelang gan menikmati rasa Espresso of Life,” tuturnya.

Harapannya, pengunjung dapat merasakan kenikmatan se benarnya dari secangkir kopi yang dipesan. Menurut Winnie, ada sejumlah pilihan menu pilihan kopi yang ditawarkan dari biji kopi Schibello Caffé itu, seperti espresso, black coffee, cappuccino, coffee latte, moc ha – cino, brullecino, dan chocolate mint latte.

Sajian kopi itu dibanderol dengan harga terjangkau mulai Rp12.500 hingga Rp22.500. Tempat tongkrongan pe nikmat kopi yang cukup ramai dikunjungi lainnya yaitu Kedai Kupi Ulee Kareng di Jalan Dr Mansyur Medan. Lokasinya yang strategis, dekat dengan kam pus USU, bisa dipastikan lokasi ini selalu penuh sejak sore hingga malam hari. Di sini bukan hanya menjadi rend zvous anak-anak muda, tetapi juga menjadi ruang meng ha – silkan kreatifitas.

“Saya ke sini untuk bicara pekerjaan dengan teman-teman,” kata Juni Sianturi, salah satu pengunjung sambil menyeruput sanger (kopi susu) khas Aceh yang dipesannya. Juni mengaku dengan me laku kan pertemuan di kedai kopi, suasana akan lebih cair. Dengan begitu, ide-ide bisa lebih mudah disampaikan. Ini tentunya memberi kemudahan dalam menghasilkan kreasi baru.

Pengelola Kedai Kupi Ulee Kareng, Junaidi mengatakan, kopi merupakan hidangan istimewa yang bisa menjadi teman menyenangkan saat berkomuni kasi satu sama lain. Itu se babnya, Junaidi membuat hidangan kopi di tempat itu secara khusus. Dia menggunakan kopi robusta dengan racikan tertentu dari produsen terbaik di Kota Banda Aceh. Keistimewaan lain dari sajiannya alah penyeduhannya yang unik yaitu menggunakan saringan jumbo.

Bubuk kopi diseduh dengan air mendidih dan kemudian ditakar rata ke dalam se – jum lah gelas kecil. “Penya jiannya memang harus seperti itu. Kalau tidak, rasannya bisa berbeda,” bebernya. Menurut Bambang, salah seorang pengunjung di sana, kenikmatan Kopi Ulee Kareng memang boleh diberi jempol. Selain minuman kopinya yang nikmat, menu makanan yang menemaninya pun sama le zatnya. Kopi dikedai itu biasanya dinikmati dengan roti selai banda atau timpan, kue tradisional Aceh.

“Sampai saat ini, dari banyak tempat yang saya suka minum kopinya, hanya di sini yang lebih nikmat. Mung kin penyeduhannya menjadi jurus rahasia, tapi saya tidak tahu persis,” katanya sambil tertawa. Di tempat ini, memang tidak banyak jenis menu kopi yang disajikan. Variasi kopi yang disajikan pun hanya ada tiga jenis yakni kopi ulee kareng panas/dingin, sanger panas/dingin, dan kopi gayo panas/dingin. Selain rasa yang enak, harga pun sangat ter – jangkau, yaitu Rp5.000-9.000 pergelas.

Sementara untuk kopi lokal, Warung Tradisi Kopi di Jalan Setia Budi, merupakan pilihan paling tepat. Di tempat ini, bubuk kopi yang disajikan dijamin berasal dari petani lokal di berbagai daerah oleh si pemilik, Evin Bakkara. “Biji kopi ini langsung dari petani kopi di Aceh, Lampung, Bengkulu dan lain-lain. Kalau menu lainnya sama dengan warung kopi lainnya, seperti kopi luwak, saya juga sediakan. Mengenai harga bisa dilihat, yang paling mahal Rp40.000 yaitu kopi luwak,” katanya.

alah seorang penikmat kopi di tempat itu, Iskandar, mengakui kopi yang disajikan Evin sangat nikmat. Selain dengan harga yang terjangkau, ada kopi yang disajikan tanpa disaring. “Saya suka yang tidak di saring seperti ini. Jadi bubuknya bisa dinikmati,” ujar Iskandar.

Sumber seputar-indonesia.com




Post A Comment