Asal Kopi Mempengaruhi Cita Rasanya
Boleh dikatakan, karakter cita rasa kopi itu seperti halnya manusia, amat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Karenanya, biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma, kandungan, kafein, hingga rasa dan tingkat keasamannya. Ciri-ciri tersebut bergantung pada tempat tanaman kopi itu tumbuh, proses produksi yang dilakukan dan perbedaan genetika subspesies kopi.
Pada praktiknya, sekalipun biji kopi terlihat sama, namun identitas biji kopi akan ketahuan begitu ia masuk ke tempat pemanggangan. Kelak ketika biji kopi itu dipanggang dan mengeluarkan bau yang harum, ia akan mengeluarkan aroma yang menunjukan identitas dirinya berdasarkan wilayah tumbuhnya. Kemampuan mengindentifikasi asal kopi dengan mencium aromanya tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah seni tersendiri dan saat ini menjadi sebuah keterampilan yang harus dimiliki setiap Barista atau para karyawan yang bekerja di balik kedai kopi.
Karakter biji kopi akan semakin ketahuan setelah ia diseduh dengan air panas dan aromanya dihirup oleh hidung. Kopi asal Afrika dan Arab terasa lebih fruity atau penuh aroma buah-buahan sesuai dengan lingkungan di Afrika yang penuh dengan tumbuhan dan buah-buahan. Kopi asal Indonesia rata-rata kental dengan aroma tanah yang baru tersiram air hujan, tetapi ada juga yang sarat keharuman herbal alias jamu. Kopi Amerika Latin kuat dengan aroma kacang-kacangan, jeruk, coklat dan sedikit rasa bumbu-bumbuan.
Karakter kopi yang bisa dideteksi dengan mencium aromanya itu terjadi lantaran kopi sangat sensitif terhadap lingkungan tempat tumbuhnya, mulai dari keadaan lingkungan sekitarnya, jenis tanah, ketinggian tanah dan iklim yang ada. Bahkan apa saja yang ditanam di sekitar tumbuhan kopi pun bisa memengaruhi aromanya.










